Surprise Cake! [Special Henry’s Birthday]

image

Hyung! Jangan campurkan terlalu banyak!”

“Astaga, Kyukyu! Aku minta diambilkan gula, kenapa kau justru mengambil garam?”

“Demi Tuhan, kalian berdua jangan perang tepung!”

Ryeowook mendengus kesal. Bagaimana tidak? Ini baru sepuluh menit tetapi para hyungnya dan Kyuhyun sudah membuat dapur dorm mereka menyerupai kapal pecah. Berantakan.
Seharusnya tadi ia tidak mengizinkan mereka membantunya membuat kue.

“Wookie-a, ini krimnya sudah jadi,” Ryeowook sedikit menghela napas lega. Setidaknya masih ada hyungnya yang bisa diandalkan. “Whoaaa! Ini pasti enak! Aku mau mencobanya!” seru seorang lelaki ber-gummy smile sambil berjalan menghampiri Sungmin yang membawa mangkuk berisi vanilla whipped cream yang terlihat lembut. Namun, buru-buru Sungmin menjauhkan mangkuk krimnya dari serbuan Eunhyuk.

“Tidak boleh! Bisa-bisa krimnya habis kau makan!” setelah itu, ia memasukkan mangkuk itu ke dalam lemari pendingin. Membuat Eunhyuk mengerucutkan bibirnya kesal sambil bergumam, “Hyung, kau pelit.”

Ryeowook hanya terkekeh melihat kelakuan hyung-nya yang kekanakan itu. Lalu kembali melanjutkan kegiatannya mencari-cari mixer yang akan digunakannya.

“Kyukyu, daripada kau diam saja lebih baik pecahkan telurnya dan masukkan ke dalam sini,” Ryeowook menggeser sebuah mangkuk besar ke depan Kyuhyun.
“Ah, itu perkara mudah bagiku,” gumam Kyuhyun santai.
Karena melihat hyung-hyungnya yang malah terdiam dan bingung ingin melakukan apa, Ryeowook menyuruh mereka melakukan beberapa hal. Seperti Donghae disuruhnya untuk mengambil loyang, Leeteuk menyiapkan tepung, Shindong memanaskan microwave, dan sebagainya.

Diam-diam Ryeowook tersenyum kecil. Ia tahu ini baru pertama kalinya para hyungnya (kecuali Sungmin dan Shindong) menyentuh alat-alat dapur selain piring, sendok, garpu, dan gelas. Dan mereka melakukan semua ini hanya untuk satu tujuan;

Membuat kue ulang tahun untuk si mochi magnae mereka tersayang, Henry Lau.

Dua puluh menit kemudian, adonan kue itu sudah masuk ke dalam microwave. Kesebelas lelaki itu berinisiatif untuk membereskan dapur mereka yang terlihat-sangat-kacau- itu sambil menunggu.

Ting! Bunyi nyaring microwave menandakan kue mereka telah matang dengan sempurna. Dengan sigap, Shindong memasang sarung tangan anti panas-nya dan menarik loyang kue dari dalam microwave hati-hati.

Huaaah! Aromanya enak sekali!” celetuk Zhoumi. “Tak kusangka kita bisa membuatnya.”

“Tentu saja, hyung. Itu berkat aku. Aku, Kyuhyun Cho, si pemecah telur handal!” sahut Kyuhyun dengan bangga disambut dengan jitakan-jitakan kecil di kepalanya.

*

Henry melirik arlojinya sekilas. Ini sudah hampir pukul dua belas dan dia baru saja menyelesaikan serentetan kegiatannya hari ini. Sungguh melelahkan. Dan ia hanya punya satu keinginan saat ini; pulang ke dorm, dan segera menjatuhkan dirinya ke atas kasur.

“Apa hyungdeul sudah tidur semua?” gumamnya pelan saat masuk ke dorm. Sepi dan gelap. Rasa heran menelusup ke pikirannya. Tumben sekali lampu tengah dan lampu dapur dimatikan. Biasanya juga tidak. Namun, Henry menolak untuk memikirkan alasannya.
Ia terlalu lelah dan hanya ingin tidur.

SURPRISEEE!!!!!” suara teriakan bersahut-sahutan membuat lelaki bermata sipit yang baru saja membuka pintu kamarnya ini terlonjak kaget. Lebih kagetnya lagi, ia melihat salah satu dari para hyungnya–Donghae–membawa sebuah kue yang berukuran medium dan lilin-lilin yang bertuliskan namanya.

“Saengil chukkae hamnida,
Saengil chukkae hamnida
Saranghaneun uri Mochi
Saengil chukkae hamnida,” Henry masih mematung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Henry-a, cepat ucapkan permohonanmu dan tiup lilinnya! Satu menit lagi jam dua belas!” seru Donghae sambil menyodorkan kue tart mendekat ke Henry.

Henry memejamkan matanya, mulai berdoa;

Tuhan, semoga Kau memberi kesehatan dan umur panjang bagi aku, keluargaku, dan Super Junior. Amin.

Para hyungnya bersorak heboh saat Henry meniup lilin-lilinnya.

Hyung, gomawoyo. Aku sungguh terharu,” Henry menatap hyung-hyungnya dengan mata berkaca-kaca.

“Ah uri Mochi, uljimayo,”

“Ayo kita potong kue dan makan bersama!” seru Kangin girang. Bahkan Kyuhyun sudah terlebih dulu memakan bagiannya.

Saat itu juga, Henry Lau benar-benar bersyukur memiliki orang-orang seperti mereka di hidupnya.

Hyung…” Kyuhyun bercicit kecil dengan raut wajah yang tak bisa terbaca. “Kuenya… Asin.”

Dan suasana mengharukan yang baru saja tercipta tiba-tiba hancur akibat kue yang terasa begitu asin di mulut itu.

“Eum, kurasa aku salah memasukkan bahan,” Leeteuk tersenyum kecil.

HYUUUUUUUNG!”

-FIN-

Uwaaaaaah! Happy birthday uri Mochi, Henry Lau! Semoga makin sukses di karirnya, God bless you!

Fic ini bener-bener ngebut banget buatnya. Cuma satu jam. Jadi maaf banget kalo ada bagian yang mengecewakan, feelnya nggak dapet, alurnya kecepetan, atau typo. Soalnya buatnya mepet disela-sela ngerjain tugas /curhat/
Anyway, happy readingg! No plagiat, please. Comment and like boleeeh kkkkk~

Once more, happy birthday Henry Lau! Much loveeeee♥

Advertisements

2 thoughts on “Surprise Cake! [Special Henry’s Birthday]

  1. ooohh..
    kebayang dapur dorm super junior seperti apa..
    tp, mereka ngelakuin itu semua demi mochi magnae itu..
    terharu sealigus bangga sm persaudaraan mereka..

    tp knpa suasana mengharu biru itu hrus rusak gara2 kuenya asin..??
    oooh, big bro, knpa yg kau masukkan garam..?? bukan gula..??
    pengaruh umurkah..?? #ooopsss
    ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s