[CHAPTER 8] Be My Girl!

image

Previous:
sweetyoomine.wordpress.com/2015/06/09/chapter-7-be-my-girl/

JARUM jam menunjukkan pukul enam sore ketika Aerin pulang. Kedua tangannya menenteng beberapa kantung plastik yang berisi berbagai macam makanan ringan serta minuman, juga beberapa bahan makanan instan.

“Ya, ya, Nona Jung yang terhormat,” gumam Aerin setengah malas. Handphonenya terselip di sela-sela bahu dan telinga. Gadis itu kemudian memencet beberapa kombinasi angka password apartmentnya. “Tenang saja, aku tidak akan marah hanya karena kau membatalkan agenda sleep-over kita malam ini. Ok, bersenang-senanglah, semoga yang kali ini berhasil. Bye.”

Aerin mendesah pasrah, sepertinya malam minggu kali ini akan dihabiskannya seorang diri dengan menonton drama di televisi, atau membaca komik dan novel-novel terbarunya, atau mengerjakan tugas. Biasanya, ia dan Hyun-Mi mengadakan kegiatan sleep-over setiap malam minggu. Namun kali ini, Hyun-Mi terpaksa membatalkan agenda mereka karena ia diajak kencan oleh seseorang. Dan Aerin tentu saja tidak marah karena hal itu, justru ia turut senang. Selama lima tahun dia bersahabat dengan Hyun-Mi, baru kali ini ia melihat gadis itu bertingkah seperti remaja picisan yang sedang jatuh cinta.

Maka, ia maklum saja.

Ketika hendak memutar knop, sebuah suara yang familiar mengejutkannya.

“Hai, Aerin-ssi.”

Gadis itu berbalik cepat dan seketika pupil matanya melebar ketika mendapati siapa yang ada di hadapannya sekarang.

Cho Kyuhyun.

Mungkin dirinya harus mempertanyakan mengapa presensi pemuda ini membuatnya gugup.

“Hㅡhai, Kyuhyun-ssi,” balas Aerin terbata, merasa heran sendiri dengan detak jantungnya yang tak beraturan di dalam sana. “Apa kabar?”

“Sepertinya kau sudah tidak salah mengeja namaku, hm?” jawab Kyuhyun setengah mengejek, membuat gadis di hadapannya memicingkan mata.

Hal yang sama juga terjadi Kyuhyun ketika tatapan mereka kembali bertemu; ia gugup luar biasaㅡmeskipun sepertinya ia berhasil menutupinya. Iris hazel gadis itu seolah memenjarakannya, membuatnya betah menatap gadis itu lama-lama. Kurang lebih sudah sebulan mereka tidak bertemu, tetapi rupanya perasaan Kyuhyun pada gadis mungil di hadapannya ini tak bisa hilang begitu saja.

Keheningan di antara terpecah saat Kyuhyun berdeham agak keras. “Kau mau kita terus berdiri di depan pintu begini?”

Aerin mendengus mendengar kalimat retoris pemuda itu. “Kalau begitu mengapa kau tak masuk saja ke apartmentmu? Kau bilang kau tinggal di gedung ini juga?”

“Eii, kau masih mengingatnya, ya?”

“Kyuhyun-ssi, jangan coba-coba menyulut emosiku,” ujar Aerin sembari memutar bola matanya. Sungguh, demi apapun, rasanya ia ingin menendang pemuda ini ke angkasa saking kesalnya.

“Aku bisa saja pulang ke apartmentku, tapi di sana tak ada makanan,” Kyuhyun mengeluh dengan nada dramatis yang dibuat-buat. “Dan aku lapar.”

“Lalu?”

Heish, gadis ini sungguh tidak peka!

“Aerin-ssi, kaulah satu-satunya orang yang kukenal di sini. Tak bisakah kau mengundangku untuk makan malam di tempatmu? Aku sedang malas membeli makanan di luar,” ujar pemuda itu dengan nada memohon, dan kemudian menyeringai ketika melihat ekspresi Aerin yang terlihat sedang berpikir.

“Aish, kau ini,” ujar gadis itu setelah beberapa menit menimbang-nimbang. “Baiklah, silahkan masuk, Kyuhyun-ssi.”

Bukan apa-apa. Aerin hanya berpikir bahwa mungkin malam minggu ini tak akan terlalu mengenaskan jika ada seseorang yang menemaninya. Setidaknya, ia punya teman ngobrol. Dan sebagai gadis yang baik, ia tidak akan tega membiarkan tetangganya kelaparan, bukan?

Tetapi masalahnya, ‘seseorang’ itu adalah Cho Kyuhyun. Pemuda yang berhasil membuat jantungnya berdetak di luar kendali ketika pemuda itu menatapnya.

Sudahlah, lupakan, gumam gadis itu dalam hati, lalu segera menyusul pemuda itu ke dalam.

***

Spaghetti?” Kyuhyun sedikit heran ketika mendapati menu khas Italia itu dihidangkan untuknya, berikut dengan puding cokelat dan segelas jus jeruk. “Wow, kau bisa masak spaghetti?”

Aerin berusaha keras menahan tawanya melihat wajah berbinar Kyuhyun. Matanya yang membulat ketika terkejut itu membuatnya tampak seperti anak kecil yang lucu dan menggemaskan.

Tunggu, apa? Menggemaskan?!

Apa yang kau pikirkan sebenarnya, Kim Aerin?! pekiknya pada diri sendiri.

“Tidak usah berlebihan Cho Kyuhyun, ‘kan sudah ada spaghetti instan di supermarket, aku hanya tinggal merebus mie-nya dan membuat saus,” jelas gadis itu. Nadanya sama persis seperti seorang guru yang sedang menjelaskan cara kerja jantung.

Kyuhyun tak menjawab, perutnya sudah berbunyi sejak tadi. Dan kenyataan bahwa saat ini ia berada di apartment gadis itu, dan akan memakan hasil masakannya justru membuat perutnya melilit. Ini kali pertama dia makan malam berdua dengan seorang gadis selain keluarganya. Catat, hanya berdua.

Ia berdeham, berusaha membersihkan kerongkongannya yang kering. “Kau tinggal di sini dengan siapa?”

“Sendirian,” jawab Aerin singkat sambil mengambilkan garpu untuk Kyuhyun, dan dibalas dengan ucapan terima kasih pemuda itu.

“Selamat makan.”

Selanjutnya hanya detingan garpu yang terdengar. Keduanya sibuk dengan makanannya masing-masingㅡjuga dengan debaran jantung yang kembali bertempo Allegro. Kyuhyun menyelesaikan makannya terlebih dahulu, lalu kemudian disusul gadis itu beberapa saat setelahnya. Ketika hendak beranjak, Aerin merasa seseorang mencekal pergelangan tangannya.

“Biar aku yang mencuci piringnya,” ujar Kyuhyun, lalu ia tersenyum kecil.

Gadis itu hanya mengedikkan bahunya santai. Rupanya, dibalik sifat menyebalkannya itu, Kyuhyun masih punya kelakuan baik juga. Begitu pikir Aerin.

Sementara Kyuhyun sedang berkutat dengan bak cuci, Aerin menyalakan televisi dan mengambil beberapa cemilan lalu menaruhnya di atas meja. Drama kesukaannya akan tayang sebentar lagi. Dan tidak peduli meskipun ada Cho Kyuhyun di apartmentnya, kegiatan rutinnya itu tak bisa diganggu gugat. Ia membanting dirinya ke atas sofa empuk, dan bersorak kecil ketika drama kesukaannya sudah dimulai.

“Ck, kau menonton drama ini juga? Descendants of the Sun, huh?”

Aerin hanya bergumam sebagai jawaban. Entah sejak kapan Cho Kyuhyun sudah duduk di sampingnya, turut andil memakan camilan-camilannya.

“Astaga, dia tampan sekali,” pekik Aerin tak lama kemudian.

Kyuhyun tersenyum masam. “Terima kasih.”

“Bukan kau, bodoh; Song Joong-Ki maksudku,” cibir gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.

Pemuda di sampingnya mendengus. Sudah setengah jam gadis itu mengabaikannya, dan selama waktu itu pula ia mendengar Kim Aerin bermonolog memuji-muji ketampanan Song Joong-Ki, atau mendesis iri dengan kecantikan Song Hye-Kyo.

Perlukah ia memberitahu gadis Kim ini bahwa ia juga memiliki wajah yang tak kalah cantik dari Song Hye-Kyo?

Astaga, apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun? Mengapa dia mendadak jadi cheesy begini?

Kyuhyun menguap lebar sekali lagi. Kegiatannya hari ini cukup menguras tenaga. Drama musikal terbarunya akan dilaksanakan bulan depan, jadi seharian penuh tadi ia berlatih di studio. Saat ini, kedua matanya terasa berat; yang dibutuhkannya saat ini hanyalah mengembara ke alam mimpi.

Dan itulah yang dilakukannya.

Aerin menoleh ketika tak mendapati suara kunyahan Pringels dari pemuda di sampingnya. Ia tersenyum kecil ketika mendapati Cho Kyuhyun sudah tertidur pulas. Kedua iris Aerin menelusuri struktur wajah pemuda itu; dahi yang tertutup poninya yang tumpang-tindih, alisnya yang tebal dan hitam, kedua kelopak mata yang tertutup, hidung mancungnya, kulit wajahnya yang seputih susu dan terlihat kenyal, dagunya yang tajam, serta bibir berlekuk penuhnya yang sedikit terbuka. Aerin tersenyum, wajah Cho Kyuhyun saat ini terlihat begitu polos, seperti seorang bayi; sama sekali tidak kelihatan menyebalkan karena tak ada seringaian yang sering tersungging di bibir tebalnya itu.

Entah sudah berapa lama Aerin menatap Kyuhyun yang sedang tertidur. Sepuluh menit? Atau bahkan sudah lebih dari itu, dia tidak tahu. Bahkan ia pun sudah mengabaikan drama kesukaannya.

Karena entah sejak kapan sosok Cho Kyuhyun membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan.

***

Kyuhyun terbangun ketika merasakan gerakan di bahunya. Hampir saja ia terloncat kaget jika saja ia tak menyadari situasinya sekarang.

Gadis Kim itu tidur dengan kepala menyandar di bahunya.

Astaga.

Jarum jam menunjukkan pukul satu pagi. Wah, sudah berapa jam dia tertidur di sini? Dan mengapa gadis ini juga ikut tidur di sampingnyaㅡbersandar padanya, pula. Kyuhyun menarik napas, mencoba menetralkan detak jantungnyaㅡyang sayangnya sia-sia. Aroma strawberry yang menguar dari rambut gadis itu membuatnya hampir ilang akal dan mendaratkan hidungnya di sela-sela helaian rambut lembut Aerin.

Ia rasa ia memang sudah gila ketika ia justru menyandarkan pipinya ke kepala gadis itu, dan mencoba untuk tidur lagi. Ia masih lelah dan ingin tidur, untungnya hari ini tidak ada schedule yang berarti. Tetapi, astaga, bisakah dia terbang ke alam mimpi jika jantungnya berdebar sekencang ini? Bahkan ia sampai takut gadis di sampingnya ini terbangun karenanya.

Tenangkan pikiranmu, Cho Kyuhyun, ia memberikan sugesti pada dirinya sendiri. Dan beberapa saat kemudian, Kyuhyun sudah memejamkan matanya kembali.

Ini tidur paling nyenyak yang pernah dirasakannya selama dua minggu ini.

ㅡtbc

Note:
Adakah yg menunggu ff ini?

Advertisements

8 thoughts on “[CHAPTER 8] Be My Girl!

  1. astaga akhirnya nich cerita berlanjut juga
    udah berapa lama coba ya
    kapan hubungan mereka berlanjut lebih rekat lagi
    semoga next part segera dipost ya
    semangat

    Like

    1. iyaaa udah stuck berapa bulan ya 😦
      dan aku terharu masih ada yg nungguin ff ini 🙂 🙂

      ditunggu aja yaaa♡♡ makasih sudah baca dan comment♡♡

      Like

  2. So sweet banget ya, tapi koq blm mau ngungkapin kl fallinng in love, nggak sabar nunggu lanjutannya, hwaiting writing…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s