[CHAPTER 9] Be My Girl!

image

JUNG Hyun-Mi dan seorang pemuda di sampingnya membekap mulut tak percaya ketika melihat pemandangan mengejutkan yang ada di hadapan mereka.

“Astaga,” Hyun-Mi mencicit, tak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keterkejutannya saat ini. “Bukankah dia…”

“Cho Kyuhyun, ‘kan?” sahut pemuda di sampingnya sedikit ragu. Ia memicingkan matanya, mencoba mengenali dua sosok yang ada di depannya saat ini; dan benar. Cho Kyuhyun dan Kim Aerin. Sedang tidur bersama di atas sofa. Istilah tidur bersama secara harfiah, tentu saja.

Wow, ini akan menjadi skandal yang besar jika ketahuan oleh media.

Pemuda itu mengambil handphonenya, lalu memotret kedua insan yang masih terlelap damai tersebut. Perbuatannya itu mengundang pekikan dari Hyun-Mi. “Astaga, Donghae-ssi, apa yang kau lakukan? Mengapa harus difoto segala, huh?!”

Lee Donghae hanya membalas dengan senyum jahil.

Aerin menggeliat tak nyaman ketika mendengar suara-suara di sekitarnya. Kelopak matanya terbuka perlahan, mengerjap dan menyipit ketika cahaya matahari pagi menyilaukan penglihatannya.

Tapi, tunggu. Mengapa kepalanya terasa berat? Seperti ada beban di atasnya. Ia sedikit mendongak dan jantungnya nyaris terlepas ketika melihat wajah polos Cho Kyuhyun di atasnya. Seharusnya ia berteriak, atau bahkan mendorong tubuh pemuda itu menjauh darinya, atau apapun dan bukannya hanya diam mematung memandangi bibir tebal Cho Kyuhyun.

“Demi hidung Squidward! Kim Aerin, apa yang terjadi di sini?” seru Hyun-Mi ketika mendapati sahabatnya yang sudah sepenuhnya terbangun.

Alih-alih menjawab pertanyaan Hyun-Mi, gadis Kim itu menyenggol perut Kyuhyun cukup keras untuk membangunkannya, dan berhasil. Pemuda itu melenguh panjang, dahinya berkerut tanda tak begitu senang ada yang mengganggu tidurnya. Ketika Kyuhyun membuka mata, pandangan keduanya sempat bertemu beberapa detik, sebelum pemuda itu membelalakkan mata dan segera bangun dari posisinya.

“Eh, anu, aku tidakㅡhyung?” Kyuhyun membelalak ketika mendapati Donghae ada di depannya. “Apa yang kaulakukan di sini?” Kyuhyun merasa wajahnya sudah semerah tomat sekarang.

Pemuda Lee itu terkekeh, jelas sangat bahagia ketika mendapati wajah malu dongsaengnya. “Seharusnya aku yang bertanya padamu, Kyu.”

“Kalian sedang menjalin suatu hubungan atau bagaimanaㅡYA! Kim Aerin, kenapa kau tak pernah bercerita padaku?”

Aerin mendongakkan kepalanya cepat, dirasakannya pipinya memanas ketika mendengar kata ‘hubungan’. “Hubungan kepalamu!” umpatnya. Kemudian dengan sedikit terbata, Aerin menjelaskan mengapa Kyuhyun bisa ada di dalam apartmentnya. Gadis itu mendengus kesal kala mendapati Kyuhyun hanya terdiam mematung, tak berminat sedikitpun untuk membantunya berbicara. “Lalu, sedang apa kau di sini? Bersama Donghae-ssi, pula.”

Hyun-Mi jelas tidak siap dengan pertanyaan mendadak Aerin barusan. Ia menggaruk tengkuknya, terlihat salah tingkah. “Eum, aku ingin memperkenalkan dia padamu.”

“Aku sudah mengenalnya, Hyun-Mi-ya.” Aerin memutar bola matanya malas.

Sesaat setelah berkata begitu, Aerin merasakan dahinya disentil pelan oleh seseorang. Tak perlu jadi cenayang untuk menebak perbuatan siapakah itu. “Kau ini tidak paham, ya?” Kyuhyun akhirnya membuka mulut, setelah beberapa lama terdiam tadi. Sungguh dia masih sangat syok mendapati Donghae memergokinya ada di apartment Kim Aerin. Mau ditaruh di mana wajahnya setelah ini? Taruhan, hyungnya itu pasti akan memberitahukan hal ini pada seluruh member Super Junior dan mereka akan menggoda Kyuhyun habis-habisan.

“Memang ada apa?” tanya Aerin polos.

“Aku Lee Donghae, pacar dari sahabatmu,” ujar Donghae sambil tersenyum manis. Ia melirik Hyun-Mi yang kini sedang tersipu malu.

Aerin membelalak, merasa tak yakin dengan pendengarannya. “Apa? Whoa, daebak,” ujarnya, lalu buru-buru menambahkan, “selamat, kalian berdua.”

***

“Ck, ada apa, sih, hyung?” tanya Kyuhyun ketus ketika lagi-lagi ia mendapati Donghae menatapnya dengan tatapan geli. Sejak mereka kembali dari rumah Aerin, hyungnya ini terus-terusan menggodanya. Saat ini mereka sedang berada di dorm, dan Kyuhyun hanya bisa berdoa supaya mulut ember Lee Donghae tidak berulah kali ini.

Donghae menggeleng sambil tertawa. “Akhirnya setelah sekian lama, aku memiliki bahan untuk menggodamu, hm?” ujarnya, lalu mengacak rambut Kyuhyun gemas. “Tenang saja, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada yang lain. Rahasiamu aman bersamaku, Kyu.”

“Cih, aku tidak yakin,” dengus Kyuhyun kesal.

“Lalu, sejak kapan kau menyukainya?” tanya Donghae penasaran.

Sejenak Kyuhyun terdiam, menimbang-nimbang apakah dia harus menceritakan keluh kesahnya pada hyung-nya ini atau tidak. Namun, Kyuhyun tahu bahwa Lee Donghae sedikit-banyak punya pengalaman dalam hal cinta; tidak seperti dirinya. Mungkin Donghae bisa membantunya untuk mendapatkan Kim Aerin.

“Sejak pertama kali aku bertemu dengannya di Gwangju. Sejak aku menatap matanya untuk pertama kali,” jawab Kyuhyun dengan nada frustasi. “Hyung, kau pernah bertanya padaku tentang apa yang akan kulakukan jika aku bertemu dengan gadis itu lagi, kau ingat?”

Hyung-nya itu mengerutkan dahinya sebentar, lalu mengangguk. Ia memutuskan untuk tidak bicara dahulu, membiarkan Kyuhyun untuk menyelesaikan perkataannya.

“Waktu itu, aku menjawabmu, meskipun aku yakin kau tidak mendengarnya.”

Donghae mengangkat alisnya penasaran.

Cho Kyuhyun menghembuskan napasnya keras. “Aku berkata bahwa jika aku bertemu dengannya lagiㅡ” ia menggantung kalimatnya, kemudian mendesah frustasi. “ㅡaku akan menjadikannya milikku. Apapun yang terjadi, dan bagaimanapun caranya.”

Donghae tercengang. Sama sekali tidak menyangka bahwa perasaan Kyuhyun terhadap gadis itu sudah tumbuh sedalam ini. Donghae tahu persis bagaimana sifat dongsaengnya tersebut. Kyuhyun adalah tipe orang yang ambisius; jika ia memiliki keinginan, maka ia akan mengusahakannya sekuat tenaga. Maka ketika Cho Kyuhyun berkata bahwa ia akan menjadikan seorang gadis sebagai miliknya, Lee Donghae seratus persen bahwa dongsaengnya itu tidak main-main.

“Kau…” ucap Donghae masih dengan segala keterkejutannya. “Sangat menyukai gadis itu, Kyu?”

Kyuhyun tersenyum letih, seolah ia baru saja menerima tantangan terberat dalam hidupnya. “Sepertinya iya, hyung.”

***

Sudah dua minggu ini, Kyuhyun sibuk dengan drama musikal terbarunya. Karena itulah, dia memutuskan untuk menetap di apartmentnya yang lebih dekat dengan tempat latihan. Dan sudah seminggu ini pula, hubungannya dengan Kim Aerin semakin membaik. Fakta bahwa mereka tinggal di gedung apartment yang sama membuat Kyuhyun senang. Intensitas pertemuan mereka tentu saja meningkat. Bahkan, kini keduanya cukup sering makan malam bersama. Dan setelah itu, mereka akan sama-sama menonton drama atau film. Seperti saat ini.

“Kau begitu menyukai drama, ya?” tanya Kyuhyun. Ia setengah terkejut ketika mendapati beberapa judul drama di folder laptop gadis itu. Salah satunya, tentu saja, Descendants of the Sun. “Dasar gadis,” cibirnya kemudian.

“Sebelumnya aku tidak menyukainya sama sekali. Tetapi sejak menonton DotS, aku jadi tertarik dengan drama. Lalu setelah itu aku mengunduh beberapa drama lain dan menyimpannya di laptop.” jelas Aerin panjang lebar. Ia meletakkan beberapa camilan untuk teman menonton mereka di atas meja. Kali ini, mereka akan melihat tayangan ulang drama favoritnya, Descendants of the Sun. Meskipun drama itu sudah tamat minggu lalu, rupanya gadis ini masih terhanyut euforia drama tersebut.

“Kau sendiri rupanya penggemar film-film romantis, hm?” Aerin bertanya dengan senyum kecil tersemat di bibirnya. “Dan menurut pengamatanku, kau juga penyuka drama, Cho Kyuhyun. Karena kau selalu menontonnya dengan serius ketika bersamaku,” lanjutnya dengan kekehan geli.

Kyuhyun menatap gadis itu dengan mata disipitkan. “Siapa bilang?”

Gadis itu tertawa, dan Kyuhyun bersumpah Kim Aerin terlihat sepuluh kali lebih cantik ketika sedang tertawa. “Sudahlah tak usah mengelak.”

“Aku tidakㅡ”

“Sst, diam, dramanya sudah dimulai,” ujar Aerin sambil menempelkan jarinya di bibirnya sendiri, menyuruh pemuda itu untuk diam dan tak melanjutkan perdebatan mereka.

Ketika atensi Aerin sudah mulai terpaku pada layar laptopnya, ia akan mengabaikan segala hal di sekitarnya. Termasuk Cho Kyuhyun. Ia bahkan tidak menyadari bahwa pemuda itu sedang menatapnya intens sembari menopang pelipis kanannya.

Kyuhyun suka menatap ekspresi wajah gadis itu ketika sedang menonton drama. Bibir tipisnya akan melengkung membentuk senyuman kecil jika ia sedang melihat adegan romantis, dahinya akan berkerut ketika melihat adegan yang serius, dan dia selalu menggigit bibirnya jika drama tersebut menampilkan adegan sedih.

Gadis itu tadi bilang bahwa Kyuhyun selalu serius ketika menonton drama bersamanya. Kenyataannya bukan begitu. Ketika atensi Aerin mulai terfokus pada laptopnya, maka ketika itulah Kyuhyun terus memandangi profil samping Kim Aerin tanpa bosan. Pemuda itu merasa senang bisa menatap gadis itu dalam kurun waktu yang lama walaupun dengan diam-diam.

Sejenak pemuda itu termenung. Ia sudah cukup lama memendam perasaannya iniㅡsudah dua bulan sejak pertemuan pertama mereka di Gwangju. Apakah ini saat yang tepat untuk menyatakannya?

Tapi… Apa yang akan terjadi jika Kyuhyun menyatakan perasaannya sekarang? Apa Aerin akan membalasnya? Atau gadis itu justru akan menghindarinya?

Otaknya memanas hanya dengan memikirkan kemungkinan-kemungkinan tersebut.

“Ah, adegan ini,” gumam Aerin senangㅡdan sukses memecah lamunan Kyuhyunㅡketika melihat salah satu scene favoritnya; bagian di mana dokter Kang memegang sebotol wine, dan kapten Yoo menatapnya sembari bersandar di tiang. “Ini adegan yang bagus, bukan? Eum, maksudku, wanita mana yang tidak suka jika ditatap seperti iㅡ” dan kalimatnya langsung terhenti ketika ia menoleh ke samping.

Hati Aerin berdesir aneh saat mendapati Cho Kyuhyun sedang memandanginya. Tatapan pemuda itu begitu intens, membuat Aerin terpaku, tak bisa bergerak, tak bisa mengalihkan pandangan. Iris cokelat gelap pemuda itu seolah menguncinya, dan Aerin melihat sorot kebingungan di sana. Apa yang sedang pemuda ini pikirkan?

“Aㅡapa yang sedang kau lakukan?”

“Memandangimu.”

Melihat ekspresi bingung di mata gadis itu, ia buru-buru menambahkan, “seperti apa yang dilakukan kapten Yoo di adegan kesukaanmu itu.” Kyuhyun tersenyum kecil, sebelah tangannya mengusap samping kepala gadis itu lembut, sukses membuat tubuh Aerin menegang.

“Kau mau tahu sesuatu, tidak?” Nada bicaranya kini berubah serius dan membuat Aerin mengernyitkan dahi. Pemuda itu menghela napas, seolah kalimat yang akan diucapkannya setelah ini begitu beresiko. “Aku suka.”

Sepersekian detik kemudian, kekehan gadis itu memenuhi indra pendengaran Kyuhyun. “Kau menyukai adegannya juga? Whoa, kau benar-benar terkena drama-fever rupanya.”

Kyuhyun tersenyum kecil tanpa melepaskan tatapannya dari mata Aerin. Otaknya berputar, memikirkan apakah dia harus melanjutkan pengakuannya ini atau tidak. Apa yang harus kulakukan setelah ini? Batinnya menyeruak.

“Hm, adegannya memang bagus,” ujar Kyuhyun kemudian, dan dibalas kekehan geli gadis itu.

Diam-diam Kyuhyun menghela napas lega. Ia berusaha menormalkan detak jantungnya yang begitu cepat, seolah baru saja mengikuti lari marathon.

Kyuhyun berpikir bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya. Ia terus saja memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi jika kata ‘aku menyukaimu’ keluar dari mulutnya.

Ia takut Kim Aerin akan menghindarinya.

Ia takut keduanya akan menjadi canggung kembali. Ia tak mau merusak hubungan baik yang kini mereka jalani.

Terlebih lagi, ia takut bahwa Kim Aerin tak akan mempercayainya. Oh ayolah, mereka baru kenal kurang lebih dua bulan. Kedekatan merekapun baru terjalin seminggu ini. Jelas gadis itu akan meragukan tentang perasaannya. Karena tidak mungkin perasaan itu bisa tumbuh secepat itu. Yeah, memang tidak mungkin. Tetapi apa yang dirasakan Kyuhyun ini memang nyata; ia menyukai gadis itu, dan ia sangat yakin dengan itu.

Kyuhyun menghela napas panjang, menolak memikirkan hal-hal yang ada di otaknya.

ㅡtbc

Note:
HAIIIII pertama mau ngucapin Minal Aidzin Walfaidzin 🙂 ((telat banget)) (((gapapa deeh better late than never ^^)))
Tbh, aku seneng banget lho ada yang masih nunggu ff iniii, thanks banget kaliaaan♡♡

Advertisements

7 thoughts on “[CHAPTER 9] Be My Girl!

  1. Kyu masih ragu dan takut. Aerin pun kurang peka. Kapankah kyu berani menyatakan perasaannya? Ditunggu lanjutanya keep writing and fighting.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s