[CHAPTER 11] Be My Girl!

“KIM Aerin-ssi!”

Seruan seseorang membuyarkan Aerin dari lamunannya. “Hm? Ada apa?” jawabnya tanpa minat.

Sore ini, dia dan Hyun-Mi sedang berada di Myeongdong untuk berbelanja. Eum, ralat. Ia hanya menemani sahabatnya itu dan sama sekali tidak berminat untuk membeli satu barangpun. Ia merasa otaknya sedikit korslet sejak kejadian kemarin, dan itu dibuktikan karena dalam 24 jam setelah kejadian itu, Kim Aerin tidak bisa melakukan apapun dengan baik. Pikirannya mendadak kosong dan ia bertingkah seperti orang ling-lung sepanjang hari. Bahkan hari ini, ia sudah beberapa kali tertangkap basah oleh para dosennya ketika sedang melamun.

“Lagi-lagi kau melamun,” gumam Hyun-Mi dengan nada khawatir sembari meneliti wajah Aerin. Ia mengendus sesuatu yang tidak beres dari sahabatnya itu. “Kau tahu, baru pertama kalinya sepanjang persahabatan kita, aku melihatmu seperti orang ling-lung begini. Apa yang sedang kaupikirkan sebenarnya, hm?”

Aerin mendesah. Satu-satunya yang ada dipikirannya sejak kemarin malam adalah seorang pria bernama Cho Kyuhyun. “Aku tidak tahu mengapa aku seperti ini. Tetapi mungkin aku tahu penyebabnya,” ujarnya kemudian, sedikit ragu.

Jung Hyun-Mi yang sudah tahu bahwa Aerin akan menceritakan sesuatu, memutuskan untuk menggiringnya ke sebuah kafe di pinggir jalan. “Kau butuh cokelat panas,” ujarnya lalu memesan dua hot chocolate. Aerin tersenyum kecil. Ia tahu bahwa ia selalu bisa mengandalkan sahabatnya itu.

Beberapa saat kemudian, seorang pelayan mengantarkan dua hot chocolate ke meja mereka, dan Aerin langsung menyuruputnya.

“Baik, sebenarnya ini bukan kisah yang panjang,” Aerin mulai bercerita, sementara Hyun-Mi mendengarkannya dengan serius. “Kau tahuㅡ” ia memutus kalimatnya sejenak, lalu melanjutkannya dengan berbisik. “Semalam, Cho Kyuhyun menciumku.”

“APA?,” Hyun-Mi berseru kaget, dan Aerin yakin teriakan sahabatnya ini bisa terdengar hingga luar kafe. “Dia menciummu? Bagaimana bisa? Maksudku, dia tidak pernah menyatakan dia menyukaimu atau apabagaimana bisa dia menciummu begitu saja? Apa pria itu sudah gila?” cerocos Hyun-Mi kesal.

Aerin tertawa sumbang mendengar respon Hyun-Mi. Sesungguhnya itulah yang dipikirkannya sejak kemarin malam. “Apa aku terlihat seperti seorang gadis yang bebas dicium oleh siapapun?” gumamnya lirih, dan langsung mendapat jitakan dari Hyun-Mi.

“Apa yang kau katakan, bodoh.”

“Lalu mengapa dia menciumku?” tanya Aerin dengan nada putus asa. “Aku tidak pernah menginginkan seorang pria merebut ciuman pertamaku tanpa kejelasan seperti ini, kau tahu.”

Hyun-Mi membelalakkan matanya hingga Aerin yakin bola mata sahabatnya itu bisa meloncat keluar. “Ciuman pertama? Kau belum pernah berciuman sebelumnya? Wow, daebak, Kim Aerin.”

“Belum,” jawab Aerin malu-malu.

“Oh, well, kalau begitu apa harus aku minta bantuan Donghae oppa untuk menanyakan

“Jangan pernah memberitahukan ini pada Lee Donghae,” potong Aerin dengan nada berbahaya.

Hyun-Mi meringis lebar sembari membuat tanda peace dengan jarinya. “Lalu mau bagaimana? Kalau kau ingin tahu alasannya kau harus bertanya padanya, bukankah begitu?”

Kim Aerin terdiam. Ia harus bertanya langsung pada Cho Kyuhyun, tapi tidak punya keberanian untuk itu.
***
Eunhyuk menatap heran dongsaengnya yang sejak tadi melamun di ujung sofa. “Hyung,” ia menyenggol Leeteuk yang ada di sampingnya. “Kapan terakhir kali kau melihat seorang Cho Kyuhyun menjadi pendiam seperti itu?”

“Tidak pernah,” balas Leeteuk sama herannya. “Aku sudah bertanya padanya apakah terjadi sesuatu, dan ia menjawab baik-baik saja. Sepertinya sedang tak ingin diganggu.”

Rupanya pemandangan seorang Cho Kyuhyun yang menjadi pendiam membuat para anggota Super Junior khawatir. Namun, mereka juga tidak tahu harus melakukan apa karena pria itu tidak mau bercerita dan hanya diam sepanjang waktu.

Donghae menghampiri dongsaengnya itu sambil membawa dua kaleng cola dan mengulurkan salah satunya pada Kyuhyun.

Gomawo, hyung,” tukas Kyuhyun singkat.

“Kau tahu, kau bisa bercerita apapun padaku, Kyukyu,” ujar Donghae ringan, lalu meneguk colanya. “Termasuk permasalahan tentang seorang gadis.”

Cho Kyuhyun memutar lehernya cepat ke arah Donghae sambil terbelalak. Bagaimana bisa hyung-nya itu tahu bahwa ia sedang memikirkan seorang gadis?

“Tertulis di wajah tampanmu itu Cho Kyuhyun,” kata Donghae geli seolah membaca pikiran Kyuhyun. “Jadi, apa yang terjadi padamu dan Aerin-ssi?”

Sejenak Kyuhyun terdiam, ragu apakah ia harus menceritakannya pada Donghae atau tidak. Sepersekian detik kemudian, ia menghela napas berat. “Aku menciumnya, hyung.”

“APA?” seru Donghae dan berhasil membuat atensi para anggota tertuju pada mereka berdua. Donghae nyengir lebar sembari berkata bahwa ini bukanlah hal yang harus dicemaskan. Mendengar itu, mereka kembali acuh dan melanjutkan kegiatannya masing-masing.

Kyuhyun mendengus. “Aku akan sangat menghargai jika rahasia ini tidak tersebar, hyung.”

“Maaf Kyu, aku terlalu kaget tadi,” kata Donghae. “Tapi apa maksudmu kau menciumnya begitu saja? Kau gila atau bagaimana?”

“Aku tidak tahu apa yang merasukiku saat itu,” balas Kyuhyun pendek lalu memekik tertahan seolah menyadari sesuatu. “Astaga, hyung! Aku bodoh sekali! Menciumnya tanpa memberitahukan bagaimana perasaanku padanya.”

Donghae menganga kaget mendengar pernyataan Kyuhyun. “Cho Kyuhyun kau memang gila. Bagaimana jika Aerin-ssi berpikir kau hanya mempermainkannya? Kau harus menjelaskannyamengungkapkan perasaanmu juga. Sekarang, kalau perlu.”

Cho Kyuhyun menatap ngeri ke arah hyung-nya itu. “Hyung aku tahu aku harus mengungkapkan perasaanku padanya. Tapi tidak sekarang, demi Tuhan!” Ia mengusap wajahnya kasar, frustasi.

“Lalu kapan, Cho Kyuhyun?” kata Donghae dengan sedikit membentak, seolah sedang memarahi adik kecilnya. Well, mungkin benar, ia sedang memarahi adiknya-yang-suka-bertingkah-seperti-anak-kecil itu sekarang. “Jadilah seorang pria yang bertanggung jawab.”

Kyuhyun merengut kesal. “Hyung, tolong jangan mendeskripsikan aku sudah menghamili seorang gadis atau apa. Aku hanya menciumnya,” ujar Kyuhyun, lalu buru-buru melanjutkan sebelum hyungnya itu membuka mulut lagi. “Aku akan memberitahunya, dan akan kulakukan secepat mungkin. Menunggu waktu yang tepat, hyung.”


Dan menunggu diriku siap untuk melakukannya
, tambahnya dalam hati.
***
Ini hari Sabtu dan Aerin merasa hampa. Baiklah, ia mengakui bahwa kedatangan rutin Cho Kyuhyun ke apartmentnya setiap hari Sabtu membuatnya senang. Ia senang ketika menyadari Cho Kyuhyun memiliki banyak kesamaan dengan dirinya. Ia juga senang ketika ia bisa menemukan seseorang yang klop dengannyaselain Hyun-Mi tentu saja.

Lalu, setelah peristiwa ciuman itu, apakah Kyuhyun masih mau bertandang ke apartmentnya?

Setengah diri gadis itu berharap iya, dan setengahnya lagi berharap tidak. Ia belum siap bertemu dengan pria itu, meskipun ia ingin.

Err, maksudnya, siapa lagi yang akan menemaninya menonton drama dan mencoba masakannya jika bukan Cho Kyuhyun?

Ia tersentak ketika mendengar ringtone handphonenya yang menggema. Sebuah nomor tak dikenal meneleponnya, dan dengan ragu, Aerin mengangkatnya.

“Halo?”

Ia mematung sejenak ketika orang itu berbicara.

Suara itu…

Aerin tak tahu kenapa jantungnya tiba-tiba berdetak kencang ketika mendengar suara Cho Kyuhyun.

“Cho-Cho Kyuhyun-ssi? Ada apa?” tanyanya gugup. “Besok Minggu? Tidak, aku tidak ada acara. Apa? Uhm, SM Entertainment, lantai 5 studio 3. Baiklah.”

Cho Kyuhyun mengajaknya bertemu besok. Ia tahu pada akhirnya mereka akan membicarakan kejadian itu, dan tak disangka secepat ini. Dengan sedikit ragu, ia menyetujuinya. Baiklah, beberapa saat lalu ia mengakui ia belum siap bertemu pria itu, tapi ia harus tau alasan Cho Kyuhyun menciumnya. Agar semuanya jelas dan (mungkin) mereka bisa kembali berteman seperti sebelumnya.

Gadis itu buru-buru menambahkan sebelum memutus pembicaraan mereka. “Kyuhyun-ssi, apakah aku boleh mengajak temanku Hyun-Mi?”

Hening sejenak sebelum Kyuhyun menjawab dan setelah keduanya mengucapkan salam, sambungan terputus begitu saja.

***

“Sebenarnya apa tujuanmu mengajakku, Aerin-a?” celetuk Hyun-Mi kesal ketika mereka sudah berhasil masuk ke gedung SM Entertainment. Oh, sebaiknya jangan tanya bagaimana caranya. Masuk ke dalam salah satu agensi terbesar di Korea Selatan ini terbilang tak mudah dan harus melalui prosedur yang rumit.

Aerin mengecek waktu di arloji putihnya. “Tidak ada, aku hanya tidak ingin sendirian,” jawabnya sambil tersenyum tanpa dosa. “Lantai 5, studio nomor 3. Kita harus naik lift untuk menuju ke sana.” Ia kemudian menarik Hyun-Mi ke salah satu lift yang terbuka dan keduanya terkejut mendapati ada dua orang pria yang mereka kenal.

Oppa,” Hyun-Mi berseru senang ketika ia bertemu kekasihnya, dan langsung disambut pelukan hangat dari Donghae.

“Cih, bisakah kau tidak melakukannya di depanku?” gumam Eunhyuk kesal. Annyeong, Aerin-ssi.”

Aerin membungkuk sedikit lalu balas menyapa Eunhyuk. Ia sedikit heran ketika pria kurus itu mengetahui namanya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Donghae.

“Ah, Kyuhyun-ssi membuat janji temu dengan Aerin. Katanya dia ingin menemuinya di gedung SM,” jawab Hyun-Mi masih dengan matanya yang berbinar-binar senang. Aerin meringis kecil melihat tingkah sahabatnya itu; awalnya merengut ketika diajak kemari dan lihatlah ketika ia sudah bertemu kekasihnya, wajahnya berbinar seperti anak kecil yang mendapat hadiah untuk pertama kalinya.

Donghae dan Eunhyuk menyahut heran secara bersamaan. “Kyuhyun?”

“Kau bisa menemuinya di ruang latihan kami. Dia ada di sana sekarang, dan kami juga sedang menuju ke sana,” kata Eunhyuk dan dibalas ucapan terima kasih dari Aerin.

Sesampainya di studio latihan, ternyata Kyuhyun tidak ada di dalam. Ryeowook berkata sang magnae mereka itu sedang turun untuk membeli minuman dan akan kembali sebentar lagi.

“Tidak perlu, Eunhyuk-ssi, Donghae-ssi, kami menunggu di sini saja,” Aerin menolak dengan sopan ketik Eunhyuk dan Donghae memaksa dia dan Hyun-Mi masuk ke dalam ruang latihan untuk menunggu Kyuhyun.

Hyun-Mi mengangguk menyetujui Aerin. Ia cukup tahu bahwa obrolan Aerin dan Kyuhyun bukanlah obrolan yang bisa didengar oleh banyak orang. “Tidak apa-apa, oppa,” ujarnya meyakinkan duo EunHae itu.

Eunhyuk mengangkat bahu ringan. “Kalau begitu, setelah mengobrol dengan Kyuhyun, kalian berdua masuk saja, ya? Kurasa Donghae ingin memperkenalkan kekasihnya pada kita semua,” tambahnya, lalu keduanya menghambur masuk ke dalam ruang latihan.

Sembari menunggu, Aerin mengedarkan pandangannya, meskipun tak ada yang bisa dilihat selain pintu-pintu studio dan poster-poster besar artis agensi ini.

Sesaat kemudian, pandangannya terpaku kepada seseorang yang sedang berjalan dari lorong seberang. Bukan seseorang. Dua orang lebih tepatnya.

Ia melihat Cho Kyuhyun sedang menertawakan sesuatu bersama seorang gadis yang dikenalnya bernama Kang Seulgi. Bahkan Kyuhyun mencubit hidung gadis itu ringan, seolah mereka sudah sering melakukannya.
Oh baik. Bukan masalah jika pria itu tersenyum pada siapapunpada gadis manapun.

Tetapi kenapa ia merasa marah?

Aerin terus meyakinkan dirinya bahwa ia bukanlah siapa-siapa bagi Cho Kyuhyun. Tetapi batinnya tiba-tiba berteriak;


Tapi dia menciumku!


Lalu kenapa jika dia menciummu, bodoh
. Umpatnya dalam hati.

“Aku sudah gila,” gumamnya lirih, tetapi masih bisa terdengar oleh Hyun-Mi yang duduk di sebelahnya.

“Kau kenapa?” gadis itu mengikuti arah pandang Aerin dan ikut terkejut melihat ‘pemandangan’ itu. “Bukankah itu Cho Kyuhyun? Oh, bagus sekali,” gumam Hyun-Mi sinis. “Apa maksudnya dia mencium sahabatku lalu masih bisa bebas bermesraan dengan gadis lain seperti itu?”

Aerin sungguh-sungguh tidak menyukai kata ‘bermesraan’ yang baru saja dilontarkan Hyun-Mi.

Astaga, ada apa dengan dirinya?

“Oh, kalian berdua! Kita bertemu lagi,” suara seorang gadis membuyarkan lamunan Aerin. Suara Seulgi. Aerin buru-buru berdiri dan memberi salam, sedangkan Hyun-Mi masih terduduk dan memberi Kyuhyun dan Seulgi tatapan tidak suka.

Oppa, aku harus rekaman sekarang. Terima kasih atas minumannya. Annyeong, nona-nona,” Seulgi tersenyum lebar ke arah Kyuhyun, lalu melenggang pergi menuju salah satu pintu.

Setelah kepergian Seulgi, Hyun-Mi kemudian bangkit berdiri dan ia mengatakan harus pergi ke toilet. “Kalau aku jadi kau, aku tak akan melupakan kejadian barusan, Kim Aerin. Dan cepat selesaikan urusan kalian,” bisiknya pada Aerin sebelum pergi.

Kini hanya ada Aerin dan Kyuhyun di sana. Hening menyusup di antara mereka. Keduanya tenggelam di pikiran masing-masing, tak ada kata yang keluar untuk beberapa lama.

Eung, jadi aku mengajakmu untuk bertemu karena aku ingin menjelaskan sesuatu tentang kejadian itu,” Kyuhyun memulai. Demi kaos kaki Eunhyuk, dia sangat gugup sekarang.

Semburat merah muncul di pipi Aerin ketika mengingat ciuman mereka beberapa hari yang lalu.

“Jadi waktu itu aku menciummueh, itu ada alasannya. Ng, aku menciummu karena…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya, mencoba mencari kata-kata yang pas untuk menyatakan perasaannya.

Ya, pada akhirnyasetelah mengalami pergumulan hebat dengan egonya sendiri dalam beberapa hari ini, Kyuhyun memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Kim Aerin. Ia tak mau mengulur waktu lagi. Inilah saatnya. Puncak dari rasa suka yang ia pendam sejak lama. Ia siap mengakuinya.

“Akuaku tahu kau terbawa suasana waktu itu, Kyuhyun-ssi,” celetuk Aerin. Ia sudah gemas ketika pria itu tak kunjung melanjutkan kalimatnya. Cho Kyuhyun sedang memikirkan sebuah alasan, itulah yang ia yakini dari diamnya Kyuhyun. “Mamaksudku, aku tidak apa-apa. Well, tidak salah paham jugakalau itu yang kaukira. Aku tahu kau tidak sengaja

“Aku menyukaimu,” potong Kyuhyun sebelum gadis itu sempat meracau lebih jauh lagi. Lagipula apa maksudnya ‘terbawa suasana’ dan ‘tidak sengaja’? Asal tahu saja, Kyuhyun sudah berpikir seribu kali sebelum mencium gadis itu.

Aerin terperangah. “A-apa?”

Kyuhyun menghela napas dalam sambil menatap tepat di bola mata hazel milik gadis itu. “Aku menyukaimu.”

tbc

Note: yay! Agak panjang ya ini tapi emang lagi lancar nulisnya hehe.

Buat yang masih mau baca makasih banyak ya kalian 💙

Advertisements

7 thoughts on “[CHAPTER 11] Be My Girl!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s