[CHAPTER 12] Be My Girl!

​If you are not sure
Just hug me without worrying

It’s love if your heart is beating, 
If you are, will you confess me?

 

AKU menyukaimu.”

Kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut Kyuhyun. Setelah sekian lama ia memendamnya, sekian lama ia meragu, akhirnya ia mengungkapkannya.

Gadis di hadapannya masih mematung, dan sikap diamnya itu membuat Kyuhyun gemas sekaligus gugup. Apa yang sedang dipikirkan gadis itu?

“Bagaimana?” desak Kyuhyun tak sabar.

Kim Aerin menghela napas perlahan, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup di luar batas. Otaknya terus-menerus mengulang pengakuan Kyuhyun. Ia masih tak percaya bahwa ia baru saja menerima pengakuan dari Cho Kyuhyun.

Astaga, pria itu menyukainya…

“Aku-aku tidak tahu,” ujar Aerin kemudian setelah berhasil menemukan suaranya. Ia menunduk, enggan bertemu mata dengan Kyuhyun. “Aku tidak tahu harus menjawab apa, Kyuhyun-ssi.”

Ia tersentak ketika tiba-tiba merasakan telapak tangan Kyuhyun memegang kedua sisi pipinya, memaksa tatapan mereka kembali bertemu. Dan lagi-lagi, Aerin tenggelam ke dalam manik hazel pria itu. “Aku mengerti. Kau pasti terkejut dan bingung dengan semua ini. Aku tak akan memaksamu memberi jawaban,” ujar Kyuhyun lembut, meskipun Aerin merasakan ada nada kecewa dalam kalimat pria itu.

“A-aku perlu waktu, Kyuhyun-ssi,” Aerin masih berusaha mengalihkan pandangan dari Kyuhyun. “Aku belum pernaheh, belum pernah menyukai seseorang sebelumnya. Jadi, well, jadi aku tidak tahu

“Tak apa,” potong Kyuhyun sebelum Aerin menyelesaikan kalimatnya. Ia sedikit terkejut dengan fakta yang baru saja didengarnya ini. Gadis di hadapannya ini belum pernah menyukai seorang pria sebelumnya. Aish, Cho Kyuhyun bodoh, seharusnya kau jangan terburu-buru, rutuknya dalam hati. “Baiklah. Aku akan memberikanmu waktu untuk kau mencari tahu bagaimana perasaanmu terhadapku, Aerin-ssi. Tetapi, tolong jangan terlalu lama. Kau tahu, aku tidak terlalu suka menunggu,” pungkas Kyuhyun sambil menyeringai.

Aerin hanya mengangguk pelan. Lidahnya seakan kelu untuk memberikan jawaban.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun melepaskan kedua tangannya dari pipi Aerin lalu berdeham canggung. Dan pada saat yang sama, Hyun-Mi menghampiri mereka. “Urusan kalian sudah selesai?” tanya Hyun-Mi, yang kemudian menatap curiga kepada dua makhluk di depannya yang terlihat salah tingkah.

Ada sesuatu yang tidak beres. Ia tahu itu, dan ia harus memaksa Aerin untuk menceritakannya.

***

Aerin mengusap wajahnya kasar. Tak peduli berapa kalipun dia merubah posisi tidurnya, matanya tak mau terpejam. Pikirannya kembali melayang ke kejadian sore tadi, dan bayang-bayang Cho Kyuhyun yang sedang tersenyum kembali melintas di otaknya.

Aish, jinjja,” decaknya kesal.

Besok malam, Cho Kyuhyun mengundangnya  ke apartment pria itu dan katanya, ia sudah menemukan cara untuk membantu Aerin mencari tahu bagaimana perasaannya. Gadis itu terus bertanya-tanya dalam hati apa yang akan dilakukan Kyuhyun.

Ingatannya melayang ketika pertama kali ia bertemu Kyuhyun. Sore itu, di Gyeongju, pria itu menabraknya dengan sepeda, dan sukses membuatnya lecet-lecet. Sudah begitu, bukannya meminta maaf, Kyuhyun justru menyalahkan Aerin karena tak memperhatikan jalan. Aerin tak percaya ia bisa bertemu makhluk super menyebalkan macam Kyuhyun.

Dan di hari itu, ia berharap tak akan berjumpa lagi dengan Kyuhyun.

Rupanya dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Besoknya, Aerin terpaksa harus mengembalikan gelang milik Kyuhyun yang terbawa olehnya. Mereka bertemu lagi untuk yang kedua kalinya.

Kala itu, Kyuhyun masih sama menyebalkannya seperti pertemuan pertama mereka.

Entah ada angin apa, ia akhirnya berdamai dengan pria itu. Momen itu terjadi di taman belakang rumah neneknyasetelah ia, Nami, neneknya, dan para anggota Super Junior makan malam bersama.

Malam itu, Aerin menyadari bahwa Cho Kyuhyun tak semenyebalkan yang ia kira. Kyuhyun memiliki tatapan hangat dan Aerin suka cara pria itu tertawa.

Aerin tak percaya bahwa ia akan kebetulan bertemu lagi dengan Cho Kyuhyun. Pertemuan ketiga mereka, di Seoultepatnya di konser drama musikal pria itu. Ia ingat, kala itu Kyuhyun menungguinya di rumah sakit ketika Aerin pingsan secara mendadak, dan bahkan mengantarnya pulang.

Entah sudah berapa kali mereka bertemu setelah kejadian itu. Yang Aerin tahu, lama kelamaan, ia sudah terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun di dekatnya. Ia bahkan membiarkan pria itu masuk ke apartmentnya, menghabiskan malam minggu dengannya, tak malu menangis di depan pria itu ketika sedang menonton drama, dan bahkan memasakkan makanan untuknya. Hal-hal yang sebelumnya Aerin bertekad tak akan pernah ia lakukan pada teman-teman prianya sekalipun.

Dan hari ini, pria itu menyatakan perasaannya.

Aerin mengakui, kala itu,  ia merasakan sensasi aneh itu di perutnyaseperti ada ratusan kupu-kupu berterbangan di sana. 

Tapi, dia masih ragu.

Seumur-umur dia belum pernah merasakan jatuh cinta. Kim Aerin terlalu tertutup, dan dia juga tak pernah peduli dengan perasaan semacam itu.

Sampai akhirnya Cho Kyuhyun datang dan membuatnya merasakan desiran aneh itu untuk pertama kalinya.

Tapi… apakah itu tandanya ia menyukai Kyuhyun?

Aerin mengusap wajahnya kasar sembari mendesah keras. “Kim Aerin sebaiknya kau tidur sekarang atau kau akan berubah menjadi zombie besok,” sugestinya pada diri sendiri, dan mencoba menutup matamengenyahkan bayangan pria itu dari otaknya.

***

Lagi-lagi Aerin menguap lebar. Sejak tadi pagi, ia sama sekali tak bisa memfokuskan dirinya untuk mendengarkan materi dari para dosennya. Tinggal satu mata kuliah tersisa, tetapi rasa-rasanya hari ini berjalan sangat lambat dan membosankan.

“Tak bisa tidur semalam?” Hyun-Mi menyodorkan sekaleng jus jeruk untuk sahabatnya itu. Ia menatap Aerin dengan prihatin. “Kau harus berkaca dan melihat kantung matamu itu, Aerin-a. Kau pasti memikirkan kejadian kemarin bukan?”

Aerin melengos. “Aku akan sangat menghargai jika kau tak mengungkit-ungkit kejadian itu, Nona Jung yang terhormat.”

Hyun-Mi terkikik pelan. Ya, Aerin sudah menceritakan semuanya kemarin. Ia kaget tentu saja. Tetapi juga senangoh, ayolah, sudah lima tahun ia bersahabat dengan Kim Aerin, dan baru kali ini sahabatnya itu dibuat pusing dengan masalah cinta.

“Seberapa keras kau memikirkannya, kau tak akan pernah mendapatkan jawabannya, kau tahu. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dilogika,” Hyun-Mi mengelus pundak Aerin lembut. “Yang harus kau lakukan adalah membiarkan perasaanmu yang menuntunmu.”

“Masalahnya perasaanku saja tidak karuan seperti ini,” ujar Aerin sambil tertawa. “Lagipula pria itu cukup bertanggungjawab. Ia bilang ia akan membantuku mencari tahu bagaimana perasaanku padanya.”

Hyun-Mu mengangkat alis. “Bagaimana caranya?”

No idea,” jawab Aerin sambil mengangkat bahunya ringan. “Lihat saja nanti malam.”

***

“Masuklah,” ujar Kyuhyun mempersilakan Aerin setelah gadis itu membunyikan bel beberapa kali.

Ini pertama kalinya Aerin memasuki apartment pria itu. Tatanan ruangannya sama dengan apartmentnya, meskipun furniture Kyuhyun tak sebanyak miliknya. Wajar saja, Kyuhyun memang jarang sekali mengunjungi apartmentnya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di dorm.

Tiba-tiba atensi Aerin terpaku pada meja makan Kyuhyun yang dihiasi lilin-lilin dan vas bunga yang berisi mawar putih segar. Tak lupa hidangan-hidangan lezat berikut sebotol wine tersaji di sana.

“I-ini…”

“Makan malam,” tukas Kyuhyun santai sambil melangkah ke arah piano yang terletak di sudut ruangan, lalu tersenyum ke arah Aerin yang kini menatapnya bingung. “Sebelum makan, aku akan menyanyikan lagu untukmu. Adakah lagu yang ingin kau dengarkan?”

Mendadak Aerin lupa seluruh judul lagu kesukaannya.

“Nyanyanyikan saja salah satu lagumu. Lagipula kau tak perlu melakukan

“Duduklah di sini,” potong Kyuhyun sambil menunjuk sebuah kursi tinggi yang terletak di samping piano. Aerin menurutinya dengan ragu. “Aku punya satu lagu untukmu. Diam dan dengarkan, Aerin-ssi.”

Aerin mengangguk pelan. Ia tak tahu mengapa dirinya berubah menjadi gadis penurut di hadapan pria yang baru dikenalnya kurang lebih selama lima bulan ini.

Kyuhyun memposisikan jari-jarinya di tuts piano, menghela napas sejenak, lalu mulai bernyanyi.


Why you make me tremble?

Your existence makes me breath

My empty and poor heart

Thanks for filling it with jewel like you


The words ‘I Love You’ is wasted to my only precious person

Don’t even dare to say ‘last’ word

You’re like the shining star in the sky which can’t be touch because it’s far away

Would that road be closer today?


Tonight you are a million pieces

You fill, fill and fill my heart deeply

You collect my broken heart

Tonight in the most deep place, your light filled me fully


The cold breathe, the snow is blown

The excited lovers when they hear the song

Knowing the last season after long time

Tonight the star flowing at my fingertips


The words ‘I Love You’ is wasted to my only precious person

Don’t even dare to say “last” word

You’re the shining star from far away, I can’t do anything

I feel that road is so far today


Tonight you are a million pieces

You fill, fill and fill my heart deeply

You collect my broken heart

Tonight in the most deep place, your light filled me fully


The tired night

I hold your small light while walking

Because I can only see you

Your unavoidable dazzling light

Flows in the end of tonight


Tonight you are a million pieces

You fill, fill and fill my heart deeply

You collect my broken heart

Tonight in the most deep place, your light filled me fully

(Kyuhyun – A Million Pieces)

Aerin masih mematung bahkan ketika Kyuhyun sudah  menyelesaikan lagunya, dan kini pria itu sedang menatapnya. Ia tak pernah merasa begitu terpesona pada suara seseorang sebelumnya.

“Bagaimana?” Kyuhyun memecah kesunyian di antara mereka. “Apakah hatimu berdebar sekarang?”

Kalimat itu akan terdengar seperti sebuah ejekan jika saja Kyuhyun tak mengucapkannya dengan nada serius seperti saat ini.

“Aapa?”

“Ayo makan,” celetuk Kyuhyun tak mempedulikan pertanyaan bingung Aerin barusan. Ia melangkah ke meja makan dan menarik salah satu kursi, mempersilakan gadis itu duduk.

“Terima kasih,” gumam Aerin canggung.

Setelahnya, hanya dentingan peralatan makan mereka yang terdengar. Keduanya diam, berusaha menetralkan debaran jantung masing-masing yang menggila di dalam sana.

“Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan, Kyuhyun-ssi?” Aerin buka suara setelah keheningan panjang mereka. Ia menyesap wine yang baru saja Kyuhyun tuangkan ke gelasnya. Enak. Cho Kyuhyun punya lidah yang bagus juga, ternyata.

“Membantumu,” jawab Kyuhyun pendek, dan Aerin hanya bisa mengernyit bingung ketika pria itu tak mau menjelaskan lebih lanjut. “Sekarang, ayo kita berdansa,” pria itu menekan tombol pada sebuah remote, dan seketika musik instrumental menggema di ruangan itu.

Kyuhyun menuntun Aerin berdiri dan kemudian memposisikan tangannya di pinggang gadis itu. Ia mulai bergerak sesuai alunan musik, dan seolah tersihir, Aerin mengikutinya.

“Apakah sekarang hatimu berdebar?”

Lagi-lagi pria itu menanyakan hal yang sama. Tak perlu dijawab pun sepertinya pria itu sudah bisa mendengar suara detak jantung Aerin yang membentur-bentur dadanya keras.

“Akan kutanyakan untuk yang terakhir kalinya,” Kyuhyun menatap manik hazel Aerin dalam. Kemudian dengan perlahan ia menyandarkan kepala gadis itu di dada bidangnya.

Kyuhyun merasakan tubuh gadis itu seolah membeku dalam pelukannya. “Apakah sekarang hatimu berdebar?” lanjutnya lembut.

“Jika kau memikirkan hal ini, mungkin bisa membantumu mencari tahu bagaimana perasaanmu padaku, Aerin-ssi. Apa kau hanya menganggapku sebagai teman?” Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan nyaris menyemburkan tawa ketika melihat wajah Aerin yang sudah semerah kepiting rebus.

Kyuhyun menyentil hidung gadis itu pelan sembari tersenyum lembut. “Pikirkan dan temukan jawabannya, Aerin-ssi.”

 

tbc

Note: uwuwwww lagi lancar sekali ini nulisnya yaaa😂 happy reading guysss kepanjangan gak yaa ini? wkwkwk

Advertisements

4 thoughts on “[CHAPTER 12] Be My Girl!

  1. Sayangnya tbc muncul disaat yang tidak tepat. Penasaran apakah jawaban yang akan diberikan oleh Aerin? Ditunggu lanjutanya keep writing and fighting. Kalau bisa jangan lama-lama

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s